K-BioBoost - More information

K-BioBoost - More information
Untuk informasi seputar K-BioBoost...klik disini..

K-BioBoost - Teknologi untuk pertanian & masa depan kelestarian lingkungan.


No.L604/HAYATI/DEPTAN-PPI/VI/2010
K-BioBoost
Pertanian kita sudah sangat tergantung pada pupuk kimia dan pestisida, hal tersebut dapat menyebabkan kerusakan tanah dan pencemaran lingkungan. Penggunaan pupuk kimia dan pestisida dalam jangka panjang dapat menyebabkan peningkatan residu bahan kimia dalam tanah yang berakibat menurun nya produktifitas lahan karena terganggunya keseimbangan proses biokimia didalam tanah.

BioBoost adalah adalah pupuk hayati yang mengandung mikro organisme tanah yang unggul, bermanfaat untuk meningkatkan kesuburan tanah 
sebagai hasil proses bio-kimia tanah. Kombinasi penggunaan BioBoost dengan pupuk kimia, pupuk kandang atau kompos akan sangat baik untuk meningkatkan produktifitas lahan sehingga hasil pertanian akan meningkat baik mutu maupun jumlah hasil panennya.  

1 Liter

Komposisi BioBoost:
Azotobacter sp           2,5 x 108 - 105 cfµ/ml
Azospirillium sp          3,0 x 107 - 105 cfµ/ml
Bacillus sp                 3,5 x 107 - 105 cfµ/ml
Pseudomonas sp        7,0 x 105 - 104 cfµ/ml
Cythophaga sp           1,5 x 104 - 103 cfµ/ml 


cfµ/ml = Colony Forming Unit / ml.
Azotobacter sp. 2,5 x 108 - 105 cfµ/ml = 250.000.000 colony /ml

Keunggulan BioBoost:

  1. Bentuk cair sehingga mudah dan cepat diserap oleh tanah.
  2. Mengandung bakteri unggul hasil proses isolasi dan pembiakan murni.
  3. Tidak mengandung bahan yang bersifat najis seperti kotoran hewan dan tidak mengandung bakteri patogen yang berbahaya ea: (E. Coli & Salmonella) sehingga aman bagi pelaksanaan lapangan. 
  4. Mengandung hormon pertumbuhan alami (Natural Plan Growth Substance) ea: Gibberellins (GAs), Cytokinins (CK Kiretin & Zeatin) serta Auxins (AA).
  5. Meningkatkan kapasitas penyerapan tanah terhadap udara dan air.
  6. Meningkatkan hasil panen 20% ~ 50% dari kondisi awal.
  7. Mengurai residu pestisida di dalam tanah.
  8. Tidak ada efek samping yang merugikan.
  9. Dapat digunakan untuk semua jenis tanaman baik pertanian, perkebunan dan kehutanan. 
  10. Dapat digunakan pada berbagai lahan. 

Manfaat BioBoost:

  1. Menghemat pemakaian pupuk kimia dari 50% ~ 60%. 
  2. Meningkat jumlah pengikatan Nitrogen bebas oleh bakteri (Bakteri mampu memproduksi sendiri unsur hara didalam tanah)
  3. Meningkatkan proses biokimia didalam tanah sehingga unsur Phosfor (P) dan Kalium (K) tersedia dalam jumlah yang cukup dan mudah diserap oleh tanaman.
  4. Memperbaiki struktur tanah sehingga lebih subur dan gembur.
  5. Mempercepat pertumbuhan sehingga masa panen lebih cepat.
  6. Hasil panen memenuhi standar organik.
  7. Meningkatkan kesehatan tanaman sehingga tanaman lebih tahan hama.
  8. Hasil produk pertanian lebih sehat dan ramah lingkungan.
Perhatian penting: 
Aplikasi penggunaan pupuk BioBoost tidak boleh dicampurkan secara langsung dengan pupuk kimia maupun pestisida.
  • Lakukan pemupukan BioBoost lebih dulu 3 ~ 5 hari sebelum pemupukan pupuk kimia. 
  • Pupuk BioBoost yang sudah dibuka kemasannya masih bisa disimpan untuk pemupukan berikutnya selama belum dicapur dengan air.

Pedoman aplikasi BioBoost:
Padi - Dosis yang dianjurkan 6 liter / Ha / musim tanam.

Pengenceran:
Larutkan 1 liter BioBoost dengan 25 ~ 50 liter air, aduk sampai rata diamkan beberapa saat sebelum digunakan (tdk boleh pakai air ledeng yang berkaporit).
 
Cara penggunaan:
Pemupukan pertama : Tiga (3) hari sebelum tanam semprotkan / siramkan larutan BioBoost kelahan sawah yang akan ditanami dengan dosis 2 liter Bioboost / Ha.
Pemupukan kedua : 30 hari setelah tanam semprotkan / siramkan larutan BioBoost kelahan sawah yang akan ditanami dengan dosis 2 liter Bioboost / Ha.
Pemupukan ketiga : Pada saat primordial (Padi bunting) semprotkan / siramkan larutan BioBoost kelahan sawah yang akan ditanami dengan dosis 2 liter Bioboost / Ha, pemupukan dilakukan pada sore hari.
Catatan :
Pemupukan kimia dilakukan seperti jadwal biasanya dengan dosis dikurangi hingga 50% dari biasanya
Usia panen rata-rata lebih cepat sekitar 10 hari dibanding sebelumnya.

Padi setelah melalui proses pemupukan dengan BioBoost.


Tanaman semusim
(Jagung, Tomat, Cabe, Sayuran dll)
Dosis pemupukan :
4 s/d 5 liter / Ha.

Pengenceran:
1 liter pupuk BioBoost encerkan dengan 50 ~ 100 liter air.


Pemupukan pertama:
Dilakukan pada waktu persiapan lahan minimum 3 hari sebelum tanam bibit / benih dengan dosis 2 liter / Ha.
Pemupukan berikutnya berikan setiap bulan dengan dosis 1 ~ 2 liter /Ha. Cara penyemprotan ketanah dekat akar tanaman. Penggunaan pupuk dikurangi 50% dari biasanya.





Hasil aplikasi pada tanaman sawit.










Cabe rawit, Lokasi Bojong Gede Bogor Jawa barat

Aplikasi pada tanaman cabe rawit
Foto: umur 21 hari setelah tanam
mencapai ketinggian 40~45cm.















Cabe rawit import, umur 40 hari setelah tanam
dengan dua kali aplikasi tanpa NPK kimia
Sudah berbuah dan pedas!.



Tanaman semusim (Usia pendek)
ie: Jagung, Tomat, Cabai, Sayur sayuran dan lain lain.


Dosis pemupukan: 4 ~ 5 Liter / Ha.


Pengenceran:
1 liter K-BioBoost encerkan dengan 50 ~ 100 liter air.


Cara Pemupukan :
Dilakukan pada saat persiapan lahan minimum 3 hari sebelum tanam bibit/benih.
dengan dosis 2 Liter/Ha.
Pemupukan berikutnya berikan setiap bulan dgn dosis 1~2 Liter/Ha.
Dengan cara menyemprotkan pada tanah sekitar akar tanaman.
Penggunaan pupuk kimia di kurangi 50% atau lebih dari biasanya.


 
Video kesaksian pak Nur Said - Bojong Gede Bogor Jawa barat pada tanaman cabenya.




Hasil demplot (uji efektifitas K-BioBoost di lapangan pada padi)

         Lokasi                    Tanpa BioBoost    Dgn BioBoost    %+
  1. Tabalong (Kaltim)   5,6T                     8,78T               59,7%
  2. Karawang (Jabar)    6,2T                    10,1T                63,5%
  3. TasikMlaya(Jabar)   6,5T                    11,2T                71,8%
 Hasil setelah pemakain K-BioBost menunjukkan peningkatan panen yg cukup signifikan!